SUKAMARA – Pemerintah Kabupaten Sukamara, Kalimantan Tengah, terus memperkuat upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika melalui percepatan pembentukan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sukamara. Bupati Sukamara, Masduki, mengatakan bahwa pembentukan BNNK merupakan langkah strategis untuk meningkatkan upaya pencegahan dan penanganan permasalahan narkotika di wilayah Kabupaten Sukamara.
Hal tersebut disampaikannya saat menerima kunjungan silaturahmi sekaligus audiensi jajaran Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kalimantan Tengah di Kantor Bupati Sukamara, Selasa (6/10).
“Pencegahan dan pemberantasan narkoba merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, kita perlu memperkuat koordinasi dan menyiapkan berbagai kebutuhan agar pembentukan BNNK Sukamara dapat segera direalisasikan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, saat ini Pemkab Sukamara tengah mempersiapkan sejumlah aspek pendukung, termasuk regulasi daerah, peraturan daerah (Perda), serta pemenuhan sarana dan prasarana yang diperlukan untuk mendukung operasional BNNK.
“Pemkab Sukamara menargetkan pembentukan BNNK dapat direalisasikan pada 2027. Untuk mencapai target tersebut, diperlukan koordinasi dan sinergi dengan BNN Provinsi Kalimantan Tengah serta pihak terkait lainnya,” jelasnya.
Masduki menegaskan, upaya memerangi narkoba harus menjadi perhatian serius karena dampaknya tidak hanya mengancam kesehatan individu, tetapi juga berpotensi merusak masa depan generasi muda dan mengganggu ketahanan sosial masyarakat.
“Kita ingin generasi muda Sukamara tumbuh sehat, produktif, dan terbebas dari ancaman narkoba. Kehadiran BNNK nantinya diharapkan dapat memperkuat langkah pencegahan, memberikan edukasi kepada masyarakat, serta mendukung penanganan permasalahan narkotika secara lebih optimal,” tegasnya.
Ia berharap, melalui pembentukan BNNK, upaya mewujudkan Kabupaten Sukamara yang Bersih Narkoba (Bersinar) dapat berjalan semakin efektif dengan dukungan seluruh elemen masyarakat.
“Diperlukan keterlibatan semua pihak, mulai dari pemerintah daerah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, keluarga, hingga masyarakat. Dengan kerja sama yang kuat, kita optimistis dapat melindungi masyarakat dan mewujudkan Sukamara yang lebih aman serta terbebas dari penyalahgunaan narkoba,” pungkasnya



