SULAPANUSANTARA.COM, PALANGKA RAYA – Serikat Media Siber Indonesia wilayah Kalimantan Tengah menyatakan kesiapannya untuk ber Mitra dengan Bawaslu Kalimantan Tengah dalam mengawal agenda Pemilu 2029.
Kerja sama ini diharapkan mampu menciptakan iklim pengawasan pemilu yang lebih luas dan merata.
Rencana sinergi ini dibahas dalam pertemuan resmi antara Ketua SMSI Kalteng, Akhiruddin, dan Ketua Bawaslu Kalteng, Satriadi, di Palangka Raya pada Rabu, 14 Oktober 2026.
Akhiruddin menyampaikan bahwa pers memiliki kewajiban untuk ikut mengawal jalannya demokrasi agar tetap berada pada jalur yang benar.
Melalui berita yang mendidik dan objektif, media siber dapat menjalankan fungsi kontrol sosialnya secara maksimal.
“SMSI sebagai organisasi yang menghimpun perusahaan media tentu mendukung program Bawaslu dalam menyukseskan pemilu, khususnya di bidang pengawasan. Media juga memiliki fungsi kontrol sosial yang berkaitan erat dengan upaya pengawasan pemilu,” ujarnya.
Akhiruddin berharap Bawaslu Kalteng dapat selalu memfasilitasi kebutuhan data dan informasi bagi jurnalis.
Dengan komunikasi yang lancar, informasi yang disajikan kepada masyarakat dipastikan dapat dipertanggungjawabkan dan tidak menyesatkan.
Keberadaan 78 media siber yang terhimpun dalam SMSI Kalteng siap digerakkan untuk memperluas cakupan informasi kepemiluan kepada publik.
Ketua Bawaslu Kalimantan Tengah, Satriadi, mengapresiasi kehendak SMSI untuk bersinergi. Bawaslu menyatakan sangat terbuka pada keterlibatan lembaga pers.
Menurut Satriadi, pemberitaan yang terarah dari media sangat membantu memperjelas aturan pemilu yang sering kali belum dipahami penuh oleh warga.
Keterbatasan personil pengawas hingga tingkat TPS diakuinya menjadi tantangan tersendiri yang harus ditutup dengan partisipasi publik.
Melalui kerja sama ini, diharapkan kesadaran warga Kalimantan Tengah untuk ikut mengawasi Pemilu 2029 dapat meningkat pesat.
Reporter: Nurul Hidayah
Editor: Aris Kurnia Hikmawan



