BALIKPAPAN - Sebagai bentuk upaya mendukung pengurangan jumlah sampah di Balikpapan, Tim Pengabdian Masyarakat ITK telah melakukan serangkaian kegiatan salah satunya adalah pengelolaan sampah. Menurut data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan, volume sampah yang dihasilkan mencapai sekitar 500 ton per hari, dengan sekitar 65,66% di antaranya merupakan sampah organik. Ini berarti setiap hari terdapat sekitar 328 ton sampah organik yang perlu dikelola secara efektif. Sampah organik ini sebagian besar berasal dari rumah tangga, pasar tradisional, dan aktivitas komersial lainnya.
Kegiatan pengabdian melibatkan seluruh RT di Kelurahan Klandasan Ilir. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan praktis kepada masyarakat dalam mengolah sampah organik menjadi pupuk yang bermanfaat bagi tanah dan tanaman. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung gerakan Warga Peduli Sampah untuk mengurangi timbunan limbah rumah tangga yang sering kali tidak termanfaatkan dengan baik.
Pelatihan ini dipandu langsung oleh Ibu Intan Dwi Wahyu Setyo Rini, S.T., M.T.. selaku dosen Teknik Lingkungan ITK yang memberikan penjelasan teori sekaligus praktek langsung di lapangan. Para peserta diajak untuk mengolah sampah organik menggunakan metode komposter yang memanfaatkan bahan rumah tangga untuk membuat pupuk organik dengan lebih praktis.
Ketua Tim Pengabdian Ibu Nursanti Novi Arisa, M.Kom. menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat dan pelestarian lingkungan. “Kami berharap pelatihan ini dapat menjadi awal dari perubahan pola pikir masyarakat untuk lebih peduli terhadap sampah sekaligus menjadi jalan pintas untuk menjadikan hasil pengolahan bernilai ekonomis,” ungkapnya.
Sebagai tindak lanjut, Tim Pengabdian telah memberikan bantuan berupa alat komposter mini sebagai bentuk dukungan dalam melanjutkan pelatihan yang sudah dilakukan. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih mandiri dalam mengelola sampah rumah tangga serta membantu menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan ramah. Pelatihan semacam ini juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi komunitas lainnya untuk mengadopsi praktek serupa.












