BALIKPAPAN – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Teknologi Kalimantan (ITK), di bawah bimbingan Arif Wicaksono Septyanto, S.Kom., M.Kom., melaksanakan program pengembangan berbasis teknologi di Hutan Lindung Sungai Wain(HLSW).Program ini bertujuan meningkatkan branding, edukasi, dan kesadaran konservasidi kawasan wisata alam yang terletak di Jl. Soekarno Hatta KM 15, Kelurahan Karang Joang, Kecamatan Balikpapan Utara.
HLSW adalah kawasan yang kaya akan flora dan fauna khas Balikpapan serta menawarkan pengalaman unik menyusuri sungai di tengah hutan. Meski potensinya besar, pengelola mengakui adanya kendala dalam hal branding dan aksesibilitas informasi bagi wisatawan. Menanggapi hal ini, kelompok KKN ITK mengusulkan dua solusi utama: pembuatan buku literasi fauna dan pengembangan website profil HLSW.
Buku Literasi Fauna untuk Edukasi Wisatawan Sebagai solusi pertama, mahasiswa KKN menyusun buku literasi fauna yang memuat informasi tentang berbagai satwa di HLSW. Buku ini dirancang untuk menarik perhatian wisatawan sekaligus memberikan edukasi mengenai kekayaan fauna lokal. “Kami berharap buku ini dapat menjadi daya tarik sekaligus meningkatkan kesadaran pengunjung tentang pentingnya pelestarian lingkungan,” ungkap salah satu mahasiswa KKN.
Website Profil HLSW: Inovasi untuk Branding dan Informasi Kelompok KKN ITK juga mengembangkan website profil HLSW, yang berisi informasi mengenai flora, fauna, dan inisiatif pelestarian. Salah satu fitur unggulan dari website ini adalah kode QR yang dipasang pada pohon-pohon tertentu di kawasan hutan. Dengan memindai kode QR, pengunjung dapat mengakses informasi lengkap tentang spesies pohon, habitatnya, dan langkah-langkah konservasi yang sedang dilakukan.
“Website ini dirancang tidak hanya untuk mempermudah akses informasi tetapi juga sebagai alat branding agar HLSW lebih dikenal luas,” ujar Arif Wicaksono Septyanto, S.Kom., M.Kom., dosen pembimbing program ini.
Pelatihan dan Keberlanjutan Selain mengembangkan website, kelompok KKN juga memberikan pelatihan pengelolaan website kepada pengelola HLSW. Pelatihan ini bertujuan memastikan pengelola mampu memperbarui konten secara mandiri di masa mendatang. “Kami ingin pengelola dapat menggunakan website ini sebagai alat strategis untuk mendukung program konservasi dan meningkatkan daya tarik wisata,” tambahnya.
Kode QR untuk Edukasi dan Partisipasi Publik Inovasi pemasangan kode QR juga menjadi langkah penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pelestarian hutan lindung. Teknologi ini memungkinkan pengunjung mengakses informasi ilmiah dengan mudah dan mendorong partisipasi aktif dalam kegiatan konservasi, seperti laporan observasi lingkungan.
Sinergi untuk Masa Depan Dengan inovasi ini, mahasiswa dan dosen ITK berharap HLSW tidak hanya menjadi destinasi wisata yang menarik, tetapi juga pusat edukasi dan konservasi berbasis teknologi. Program ini mencerminkan komitmen ITK dalam mendukung pelestarian lingkungan melalui pengembangan teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat.






