KALIMANTAN TIMUR – Program Studi Sistem Informasi Institut Teknologi Kalimantan (ITK) meluncurkan SITASI (Sistem Informasi Tugas Akhir Sistem Informasi) sebagai platform digital untuk mempermudah pengelolaan tugas akhir mahasiswa. Sistem ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi akademik sekaligus mendukung kebutuhan akreditasi perguruan tinggi.
SITASI dikembangkan menggunakan arsitektur modern berbasis TALL Stack dan mengintegrasikan seluruh proses tugas akhir, mulai dari bimbingan, pemantauan progres, hingga penjadwalan seminar proposal dan sidang. Dengan sistem ini, program studi dapat memantau perkembangan mahasiswa secara lebih terstruktur dan transparan.
Ketua Tim Pengembang SITASI, Sri Rahayu Natasia, S.Komp., M.Si., M.Sc., mengatakan bahwa platform ini menjadi solusi atas tantangan pengelolaan data tugas akhir yang selama ini masih dilakukan secara manual di banyak kampus.
“Melalui dashboard yang interaktif, dosen dan pimpinan prodi dapat memantau progres mahasiswa secara real-time, termasuk mengidentifikasi mahasiswa yang mengalami keterlambatan,” ujarnya.
SITASI dilengkapi fitur Executive Dashboard yang menampilkan kondisi akademik mahasiswa dalam bentuk visual. Dosen dapat melihat mahasiswa yang aktif bimbingan maupun yang tidak menunjukkan perkembangan selama lebih dari 30 hari, sehingga intervensi akademik dapat dilakukan lebih cepat.
Selain membantu operasional akademik, SITASI juga mendukung proses akreditasi. Seluruh data bimbingan, progres mahasiswa, serta statistik kelulusan per angkatan tersimpan secara tervalidasi dan siap digunakan untuk kebutuhan borang akreditasi maupun pelaporan ke PDDIKTI.
Anggota tim pengembang, Aidil Saputra Kirsan, S.ST., M.Tr.Kom., menyebutkan bahwa sistem ini dirancang agar mudah diadaptasi oleh berbagai perguruan tinggi.
“SITASI bersifat modular dan dapat disesuaikan dengan alur birokrasi masing-masing kampus, tanpa mengganggu sistem akademik yang sudah berjalan,” katanya.
Sementara itu, Yuyun Tri Wiranti, S.Kom., M.MT., menilai SITASI sebagai langkah konkret menuju transformasi digital di lingkungan pendidikan tinggi.
“Digitalisasi pengelolaan tugas akhir bukan hanya soal efisiensi, tetapi juga tentang peningkatan kualitas layanan akademik bagi mahasiswa,” ujarnya.
Saat ini, SITASI membuka peluang kerja sama dan lisensi bagi perguruan tinggi yang ingin mengadopsi sistem ini. Dengan pengalaman implementasi di ITK, platform ini diharapkan dapat menjadi solusi nasional dalam pengelolaan tugas akhir sekaligus mendukung peningkatan mutu dan akreditasi kampus di Indonesia.






