BALIKPAPAN – Sampah anorganik, khususnya botol plastik, masih menjadi persoalan utama di lingkungan permukiman padat penduduk. Meskipun memiliki nilai ekonomi, botol plastik sering kali menumpuk di rumah warga karena memerlukan ruang penyimpanan yang besar. Kondisi ini menyebabkan sebagian masyarakat memilih membuangnya langsung ke tempat sampah, sehingga menambah beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Sebagai upaya menjawab permasalahan tersebut sekaligus mendukung program pemerintah dalam meminimalisir sampah dari sumbernya, tim pengabdian masyarakat dari Institut Teknologi Kalimantan (ITK) mengembangkan alat press sampah anorganik berbasis dongkrak elektris yang diterapkan di RT 30 Kelurahan Klandasan Ilir, Kota Balikpapan. Rumah tangga selama ini dikenal sebagai penghasil sampah terbesar, terutama sampah plastik sekali pakai. Oleh karena itu, pengelolaan sampah yang dimulai dari tingkat rumah tangga menjadi langkah strategis dalam mendukung kebijakan pengurangan sampah nasional. Alat press ini dirancang untuk membantu warga mengelola botol plastik secara mandiri sebelum disalurkan ke bank sampah atau pengepul.
Botol plastik memiliki volume besar namun bobot ringan, sehingga cepat memenuhi ruang penyimpanan meskipun jumlahnya belum banyak. Dengan menggunakan alat press, botol plastik dapat dipadatkan hingga volumenya menyusut secara signifikan. Hasil press menjadi lebih rapi, mudah disimpan, dan memungkinkan warga mengumpulkan sampah dalam jumlah lebih banyak tanpa membutuhkan ruang tambahan. Keunggulan utama alat ini terletak pada penggunaan dongkrak elektrik sebagai sistem penekan. Berbeda dengan alat press manual yang membutuhkan tenaga fisik cukup besar, dongkrak elektris memungkinkan proses pemadatan dilakukan secara lebih praktis dan efisien. Pengoperasian yang cukup dengan menekan tombol membuat alat ini ramah digunakan oleh berbagai kalangan, termasuk ibu rumah tangga dan warga lanjut usia.
Secara teknis, alat press dikembangkan dengan konstruksi rangka besi sederhana dan ruang tekan khusus botol plastik. Sampah dimasukkan ke dalam ruang cetak, kemudian ditekan menggunakan dongkrak hingga menjadi pipih dan padat. Selain memudahkan penyimpanan, kondisi ini juga meningkatkan efisiensi dalam proses pengangkutan dan penjualan sampah anorganik.
Dari sisi ekonomi, alat press memberikan manfaat nyata bagi masyarakat RT 30. Botol plastik yang telah dipadatkan memiliki nilai jual yang lebih optimal karena mudah dikumpulkan dalam jumlah besar. Warga tidak perlu lagi sering menjual sampah dalam jumlah kecil, sehingga biaya dan waktu dapat dihemat. Sampah yang sebelumnya menjadi beban kini berpotensi menjadi sumber pendapatan tambahan bagi rumah tangga. Lebih dari sekadar alat teknis, pengembangan alat press ini menjadi bagian dari edukasi lingkungan untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat. Warga diajak memahami bahwa pengelolaan sampah tidak harus selalu menunggu sistem dari pemerintah, tetapi dapat dimulai dari rumah dengan teknologi sederhana dan tepat guna.
Melalui penerapan alat press sampah anorganik berbasis dongkrak elektris di RT 30 Kelurahan Klandasan Ilir, diharapkan tercipta sistem pengelolaan sampah rumah tangga yang lebih efisien, berkelanjutan, dan sejalan dengan upaya pemerintah dalam mengurangi timbulan sampah sejak dari sumbernya.










