Balikpapan – Tim Pengabdian kepada Masyarakat dari Institut Teknologi Kalimantan (ITK) melalui program INSOS SERASI (Seraya Inovasi Sosial Paving Plastik) berhasil mengembangkan inovasi pemanfaatan limbah plastik menjadi paving block ramah lingkungan di Pantai Seraya RT 28, Kelurahan Sepinggan Raya, Balikpapan Selatan. Program ini menjadi salah satu upaya ITK dalam menghadirkan solusi terhadap permasalahan sampah plastik sekaligus mendorong pemberdayaan masyarakat melalui ekonomi kreatif.
Program INSOS SERASI dipimpin oleh Sarah Membala, S.Ars., M.URP., dosen Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK), bersama anggota tim Khairunnisa Adhar, S.T., M.Sc. dan Maryo Inri Pratama, S.T., M.T., yang juga berasal dari program studi yang sama. Kegiatan ini turut melibatkan mahasiswa dari Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, yaitu Muhammad Anang Faddilah, Bima Arga Dwiwarman, Dwi Novita Puspasari, Muhammad Fahmi Ramadhan, dan Nadira Octaviana, serta mahasiswa Program Studi Teknik Sipil, yaitu Annur Tisya Yusriani, Juan Farand Turuallo, M. Auliansyah Putra Pratama, dan Nasywa Juni Adiputri.
Selama pelaksanaan program, masyarakat dilibatkan secara aktif mulai dari tahap sosialisasi, pelatihan, hingga proses produksi paving plastik. Inovasi ini menghasilkan paving block yang memiliki daya tahan lebih baik dibandingkan paving konvensional sekaligus menjadi alternatif pengelolaan limbah plastik yang sulit terurai.
"Melalui program ini, kami ingin menunjukkan bahwa sampah plastik bukan sekadar limbah, melainkan dapat menjadi sumber daya yang bernilai dan memberikan manfaat bagi masyarakat," ujar Sarah Membala selaku Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat.
Selain menghasilkan produk inovatif, program ini juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pengelolaan sampah plastik, dampak pencemaran lingkungan, serta peluang usaha yang dapat dikembangkan dari produk berbahan dasar limbah plastik. Pendekatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah secara berkelanjutan sekaligus membuka peluang ekonomi baru.
Ke depan, Tim Pengabdian kepada Masyarakat ITK berharap inovasi paving plastik ini dapat diterapkan di berbagai wilayah di Kota Balikpapan dan menjadi salah satu contoh penerapan konsep smart environment dalam mendukung pembangunan kota berkelanjutan. Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan dapat memperluas implementasi inovasi ini sehingga memberikan manfaat yang lebih luas bagi lingkungan dan masyarakat.






