BALIKPAPAN — Di tengah ancaman deforestasi yang terus menggerus paru-paru Kalimantan, sekelompok mahasiswa Institut Teknologi Kalimantan (ITK) dari Program Mahasiswa Mengabdi Desa (PMMD) Kelompok D5 hadir dengan solusi nyata dan penuh semangat kolaborasi. Mereka menggagas kampanye lingkungan bertajuk “Tanam Harapan, Jaga Kalimantan”, yang dipusatkan di kawasan Hutan Lindung Sungai Wain, Balikpapan Utara.
Bekerja sama dengan Tanamin Bumi Nusantara — organisasi lingkungan lokal yang konsisten menyuarakan pelestarian alam — serta Kelompok Tani Harapan Sejahtera, mahasiswa ini tidak hanya menanam pohon, tapi juga menanam harapan: harapan bagi lingkungan, harapan bagi perekonomian petani lokal, dan harapan bagi masa depan Kalimantan yang lestari.
🌱 300 Bibit Kopi, Satu Langkah Nyata Lawan Deforestasi
Sebanyak 300 bibit kopi robusta berhasil ditanam di lahan kritis Hutan Lindung Sungai Wain. Pemilihan kopi bukan tanpa alasan. Kopi adalah tanaman yang ramah lingkungan, mampu tumbuh di bawah naungan hutan, sekaligus bernilai ekonomi tinggi. Dengan menanam kopi, mahasiswa tidak hanya menghijaukan kembali lahan, tapi juga membuka potensi ekowisata dan agrikultur berkelanjutan di masa depan.
Yang lebih menginspirasi, seluruh bibit kopi ini dibeli langsung dari Kelompok Tani Harapan Sejahtera. Ini adalah bentuk nyata pemberdayaan ekonomi lokal. “Kami ingin kegiatan ini memberi dampak ganda: hijaukan alam, sejahterakan petani,” ujar salah satu koordinator kelompok mahasiswa.
🤝 Kolaborasi Tiga Pilar : Mahasiswa, Komunitas, dan Petani
Kegiatan ini juga membuka kesempatan bagi masyarakat umum untuk bergabung sebagai relawan. Antusiasme pun membludak. Puluhan warga, pelajar, hingga profesional ikut turun ke lapangan, mencangkul tanah, menanam bibit, dan belajar langsung tentang pentingnya menjaga hutan.
“Ini bukan cuma kerja mahasiswa. Ini gerakan bersama. Tanamin Bumi Nusantara jadi jembatan, petani jadi pahlawan penyedia bibit, dan masyarakat jadi garda terdepan pelestarian,” tambahnya.
💡 Edukasi Digital & Branding Lingkungan
Tak berhenti di lapangan, mahasiswa juga memperkuat kampanye ini secara digital. Mereka mengelola akun media sosial Tanamin Bumi Nusantara, membuat konten edukatif, artikel blog, dan video dokumenter proses penanaman. Tujuannya? Menjangkau generasi muda, menyebarkan virus kebaikan, dan membangun citra kuat bahwa pelestarian lingkungan itu keren, penting, dan bisa dimulai dari hal kecil — seperti menanam satu pohon kopi.
🌍 Harapan untuk Kalimantan yang Lebih Hijau
Deforestasi di Kalimantan bukan lagi isu lokal — ini adalah darurat global. Setiap hektar hutan yang hilang berarti hilangnya habitat, meningkatnya emisi karbon, dan ancaman bencana alam. Melalui aksi nyata ini, Mahasiswa ITK Kelompok D5 ingin membuktikan bahwa generasi muda tidak hanya bicara, tapi bertindak.
“Kami ingin 300 bibit ini jadi simbol. Simbol bahwa kita masih punya waktu, punya tenaga, dan punya harapan untuk menyelamatkan Kalimantan. Mulai dari sini. Mulai dari sekarang,” tutup mereka dengan penuh keyakinan.










