Balikpapan – Komitmen mahasiswa Institut Teknologi Kalimantan (ITK) dalam mendukung pendidikan dan pelestarian lingkungan kembali diwujudkan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang dilaksanakan oleh Kelompok PKM 3R di SD Negeri 028 Balikpapan Utara, Km. 14. Kegiatan yang berlangsung selama kurang lebih dua bulan, sejak April hingga Juni 2025, menghadirkan berbagai inovasi untuk meningkatkan kualitas lingkungan sekolah sekaligus memperkuat proses pembelajaran berbasis lingkungan.
Kelompok PKM 3R beranggotakan Vita Ovie Anggraeni Azizah (15221025), Galavinozky Roigabe Gumilang Rajagukguk (07221019), Shelsa Indah Berliana (08211068), Alfia Rasya Maharani (08221033), Rakha Ibnu Arghanisyah (15221011), Afiffah Wardah Nugraha (15221015), Muthia Amanah Ikhsan (15221057), dan Pria Rafif Daffa Arya (22221024), di bawah bimbingan Ibu Srirahadita Pamungkas, S.T., M.T. dan Ibu Dhyah Puspita Dewi, S.T., M.P.W.K.
Program ini berangkat dari hasil identifikasi kondisi eksisting sekolah yang menunjukkan beberapa kebutuhan pengembangan, di antaranya belum tersedianya papan identitas sekolah serta adanya area kosong yang lembap dan menjadi habitat kelelawar liar. Area tersebut kemudian dimanfaatkan sebagai lokasi pembangunan kumbung jamur yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran berbasis praktik.
Selama pelaksanaan kegiatan, mahasiswa mengusung semangat kolaborasi dan keberlanjutan melalui empat program utama, yaitu edukasi lingkungan, pembangunan kumbung jamur, beautifikasi taman sekolah, serta pembangunan papan nama sekolah yang terintegrasi dengan ruang hijau.
Program edukasi lingkungan dilaksanakan pada 19 April hingga 5 Mei 2025 dengan tujuan meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Kegiatan diawali dengan koordinasi bersama pihak sekolah untuk menentukan kelas sasaran dan menyiapkan media pembelajaran. Materi disampaikan secara interaktif melalui presentasi, kuis, dan diskusi yang mendorong partisipasi aktif siswa. Sebagai bentuk implementasi, seluruh siswa juga mengikuti kegiatan kerja bakti membersihkan lingkungan sekolah setelah senam bersama. Melalui kegiatan tersebut, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai lingkungan, tetapi juga menumbuhkan sikap peduli, tanggung jawab, dan semangat gotong royong.
Program kedua adalah pembangunan kumbung jamur yang dilaksanakan pada 23 Maret hingga 27 April 2025. Kegiatan ini bertujuan menghadirkan sarana pembelajaran berbasis praktik sekaligus mendukung program sekolah berwawasan lingkungan. Mahasiswa berkoordinasi dengan kepala sekolah, guru, serta mitra pembangunan kumbung untuk menentukan lokasi, memilih material ramah lingkungan, dan menyiapkan media tanam beserta bibit jamur. Kumbung dibangun menggunakan bambu dan kayu dengan sistem sirkulasi udara yang dirancang agar mendukung pertumbuhan jamur secara optimal. Fasilitas ini diharapkan menjadi media edukasi yang mengenalkan siswa pada budidaya jamur sekaligus memberikan pemahaman mengenai pertanian sederhana yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomi.
Lingkungan belajar yang lebih nyaman juga diwujudkan melalui program beautifikasi taman sekolah yang dilaksanakan pada 5 Mei 2025. Bersama pihak sekolah, mahasiswa menata taman agar tidak hanya berfungsi sebagai ruang hijau, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran luar kelas. Berbagai tanaman hias dan bunga ditanam, sementara kolam yang sebelumnya tidak dimanfaatkan disulap menjadi taman dengan tambahan tanah, tanaman, serta elemen dekoratif. Batu alam dan ornamen taman dicat menggunakan nuansa cokelat dan hitam untuk memperkuat kesan alami. Penataan tersebut menghadirkan suasana sekolah yang lebih asri, nyaman, dan mendukung kegiatan belajar mengajar.
Sebagai program penutup, mahasiswa membangun papan nama sekolah yang dipadukan dengan taman hijau sebagai identitas sekaligus ruang edukasi. Kegiatan yang berlangsung pada 1 Mei hingga 19 Juni 2025 ini diawali dengan penimbunan kolam lama, kemudian dilanjutkan dengan pembangunan konstruksi papan nama berbahan beton agar lebih kokoh dan tahan lama. Identitas sekolah dibuat menggunakan material plat aluminium berlapis foam dengan warna metalik sehingga mudah dikenali dari kejauhan. Selain memperkuat identitas SD Negeri 028 Balikpapan Utara, kawasan ini juga menjadi ruang hijau yang menambah nilai estetika lingkungan sekolah.
Melalui rangkaian program tersebut, mahasiswa berharap hasil pengabdian dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi sekolah. Taman yang telah dibangun diharapkan menjadi ruang pembelajaran luar kelas, sementara kumbung jamur dapat dimanfaatkan sebagai media praktik budidaya yang memperkenalkan aspek ekologis sekaligus nilai ekonominya kepada siswa. Berbagai kegiatan edukasi yang telah dilaksanakan juga diharapkan menjadi inspirasi bagi sekolah untuk terus mengembangkan pembelajaran berbasis lingkungan.
Kegiatan PKM 3R ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah mampu menghasilkan inovasi yang memberikan dampak nyata. Selain mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan, mahasiswa Institut Teknologi Kalimantan turut berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan serta mendorong pelestarian lingkungan secara berkelanjutan.










